kaper

kaper
Karyaane

Minggu, 13 Juli 2014

Gratis Tafsir Ibnu Katsir (Bahasa Indonesia) Lengkap

 
 
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
 
Wahai saudaraku semoga bermanfaat. Ini adalah Tafsir Ibnu Katsir 30 juz lengkap dengan terjemahnya. Silahkan download gratis tolong cantumkan link nya apabila copy paste ke blog anda.

Cara download : Di klik saja nama ebooknya.



Tafsir Ibnu Katsir Juz 1 …..(34,6 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Juz 2 …..(25,9 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Juz 3 …..(13,1 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Juz 4 …..(15,3 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Juz 5 …..(16,3 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Juz 6 …..(22,8 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Juz 7 …..(18,1 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Juz 8 …..(15,3 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Juz 9 …..(17,4 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Juz 10 …..(5,03 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat At Taubah (Juz 11) …..(10,2 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Yunus (Juz 11) …..(4,82 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Huud (Juz 12) …..(5,34 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Yusuf (Juz 12) …..(5,02 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Juz 13 …..(4,7 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Juz 14 …..(4,16 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Juz 15 …..(7,74 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Kahfi (Juz 16) …..(5,04 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Maryam (Juz 16)…..(1,17 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Thoha (Juz 16) …..(3,38 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Anbiyaa (Juz 17) …..(3,91 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Hajj (Juz 17) …..(4,03 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Mu’minuun (Juz 18) …..(2,01 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Ahqaaf (Juz 26) …..(2,85 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Muhammad (Juz 26) …..(1,96 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Fath (Juz 26) …..(4,06 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Hujurat (Juz 26) …..(2,65 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Qaaf (Juz 26) …….(1,85 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Adz Dzariyat (Juz 27) …..(1,26 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Ath Thuur (Juz 27) …..(1,38 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat An Najm (Juz 27) …..(2,71 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat AL Qomar (Juz 27) …..(1,8 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Ar Rahman (Juz 27) …..(1,79 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Waqi’ah (Juz 27) …..(2,54 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Hadid (Juz 27) …..(2,41 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Mujadilah (Juz 28) …..(4,36 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Hasyr (Juz 28) …..(2,13 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Mumtahanah (Juz 28) …..(2,46 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Ash Shaf (Juz 28) …..(1,3 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Jumuah (Juz 28) …..(1,02 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Munaafiqun (Juz 28) …..(630 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Ath Thoghabun (Juz 28) …..(788 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Ath Thalaq (Juz 28) …..(1,37 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat At Tahrim (Juz 28) …..(707 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Mulk (Juz 29) …..(1,02 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Qolam (Juz 29) …..(1,29 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat AL Haqqoh (Juz 29) …..(951 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Ma’arij (Juz 29) …..(909 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Nuh (Juz 29) …..(780 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Jin (Juz 29) …..(741 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Muzammil (Juz 29) …..(0,99 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Mudatstsir (Juz 29) …..(1,13 MB)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Qiyamah (Juz 29) …..(821 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Insaan (Juz 29) …..(242 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Mursalaat (Juz 29) …..(745 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat An Naba (Juz 30) …..(949 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat An Nazi’at (Juz 30) …..(626 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al ‘Abasa (Juz 30) …..(593 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat At Takwir (Juz 30) …..(639 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Muthoffifin (Juz 30) …..(706 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Buruuj (Juz 30) …..(547 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Ath Thoriq (Juz 30) …..(212 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Ghasyiyah (Juz 30) …..(459 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Fajr (Juz 30) …..(697 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Asy Syams (Juz 30) …..(458 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Alamnasyrah (Juz 30) …..(225 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat At Tin (Juz 30) …..(179 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al ‘Alaq (Juz 30) …..(293 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Qodr (Juz 30) …..(287 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Bayyinah (Juz 30) …..(177 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Zalzalah (Juz 30) …..(307 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al ‘Adiyat (Juz 30) …..(134 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Qaari’ah (Juz 30) …..(63,1 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al ‘Ashr (Juz 30) …..(63.2 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Humazah (Juz 30) …..(179 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Fill (Juz 30) …..(569 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Quraisy (Juz 30) …..(140 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Maa’uun (Juz 30) …..(311 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Kautsar (Juz 30) …..(240 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Kafiruun (Juz 30) …..(189 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat An Nashr (Juz 30) …..(179 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Ikhlash (Juz 30) …..(293 kb)

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Mu’awwidzatain (Juz 30) …..(249 kb)

BARU
Tafsir Ibnu Katsir Juz 16 (bukan ringkasan) …..(25 MB)


Sumber : http://blogomasupartana.blogspot.com/2012/05/free-download-terjemah-tafsir-ibnu.html#ixzz2USqdFZru

Sabtu, 12 Juli 2014

ARSIP HADITS

ARSIP HADITS

Terjemah Kitab Sirrul Asror – Syekh ‘Abdul Qadir Al-Jailani

Terjemah Kitab Sirrul Asror – Syekh ‘Abdul Qadir Al-Jailani

1: UCAPAN UNTUK PARA PEMBACA 2: PENGENALAN
3: PERMULAAN PENCIPTAAN 4: MANUSIA KEMBALI KE  KEPADA ASAL USUL 
5: PENURUNAN KE PERINGKAT RENDAH PALING BAWAH 6: TEMPAT ROH-ROH DI DALAM BADAN
7: ILMU DAN PERKEMBANGAN KEROHANIAN 8: TAUBAT DAN PENGAJARAN MELALUI PERKATAAN
9: KEROHANIAN ISLAM DAN AHLI SUFI 10: ZIKIR
11: SYARAT UNTUK MELAKUKAN ZIKIR 12: MENYAKSIKAN ALLAH:  MAKAM MELIHAT KENYATAAN ZAT YANG MAHA SUCI.
13: TABIR CAHAYA DAN KEGELAPAN 14: KEBAHAGIAAN KERANA BERAMAL SALIH 
15: DARWIS (SUFI) 16: PENYUCIAN DIRI
17: MAKSUD IBADAT SECARA  ZAHIR DAN IBADAT BATIN 18: PENYUCIAN INSAN SEMPURNA
19: ZAKAT 20: PUASA SYARIAT DAN PUASA KEROHANIAN
21: HAJJI KE MEKAH DAN HAJJI ROHANI KE HAKIKAT HATI 22: MENYAKSIKAN YANG HAK 
23: PENGASINGAN DIRI DENGAN MEMASUKI KHALWAT DAN SULUK 24: DOA DAN ZIKIR BERHUBUNG DENGAN JALAN SULUK
25: MIMPI-MIMPI 26: PENGIKUT-PENGIKUT JALAN KEROHANIAN
27: PENUTUP

Kumpulan Dalil Tentang Ilmu Hikmah

Ilmu Hikmah adalah sesuatu pengetahuan tentang tata cara menggunakan doa-doa khusus, ayat Al-Quran, atau bacaan-bacaan tertentu untuk mendapatkan pertolongan dari Allah. Ilmu Hikmah mempelajari rahasia tersembunyi yang adalah dalam setiap kalimat doa, ayat suci ataupun rahasia huruf Al-Quran. Manfaat dari Ilmu Hikmah banyak sekali, dan mencakup urusan dunia maupun akhirat.

Beberapa orang masih mempertanyakan boleh-tidaknya mengamalkan Ilmu Hikmah. Bagi kami, soal keyakinan adalah hak asasi manusia. Apabila Anda nyaman dengan Ilmu Hikmah, maka silakan Anda mengikuti kursus Ilmu Hikmah yang kami selenggarakan. Namun jika Anda merasa kurang cocok, tidak perlu memaksakan diri. Kami hanya berniat mengajarkan Ilmu Hikmah kepada orang-orang yang sepaham dengan kami. Sedangkan bagi orang yang tidak sepaham, harap Anda bisa bersikap bijaksana dan toleransi terhadap perbedaan. Hanya dengan demikian, kedamaian di dunia akan terus terjaga.

Dalil-dalil tentang bolehnya mengamalkan Ilmu Hikmah berikut ini kami ambil dari beberapa sumber seperti Al Qur'an, Hadits Shohih Bukhori, Shohih Muslim, Ath Thibbun Nabawi, Mukhtarul Ahadits An Nabawiyyah, Khozinatul Asror, Al Ajwibah Al Gholiyah Fii 'Aqidatil Firqotin Naajiyah dan lain-lain. Insya Allah, dali-dalil ini bisa menunjukkan kepada Anda bahwa mempelajari Ilmu Hikmah diperbolehkan oleh Islam. Namun itu juga tergantung aliran atau Imam mana yang Anda anut. Satu ulama dengan ulama lainnya bisa punya pendapat yang berbeda. Sedangkan kami adalah orang-orang yang menganut ulama yang memperbolehkan amalan Ilmu Hikmah.

DALIL TENTANG ZIKIR
  • PERTOLONGAN ALLAH BAGI YANG ZIKIR.
    Sesungguhnya ALLAH berfirman, "Aku bersama hamba-Ku selama dia ingat kepada-Ku atau menyebut nama-Ku dan kedua bibirnya selalu bergerak dengan menyebut-Ku"
    (HR.
    Ahmad dari Abu Huroiroh)
  • TERKABULNYA DOA TERGANTUNG PERSANGKAAN MANUSIA KEPADA ALLAH.
    ALLAH berfirman, "ANA 'INDA ZHONNI 'ABDII BII WA ANA MA'AHU IDZAA DZAKARONII". Artinya : "Aku tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku bersamanya jika dia mengingat dan menyebut-Ku"
  • ZIKIR ATAU WIRID ITU HARUS ISTIQOMAH (TERUS MENERUS).
    Diriwayatkan dari 'Aisyah ra, bahwa Nabi bersabda, "AHABBUL A'MAALI ILALLAAHI ADWAAMUHAA WA-IN QOLLA". Artinya, "Perbuatan yang paling dicintai ALLAH adalah yang terus menerus walaupun hanya sedikit".
    (HR. Bukhori dan Muslim)

DALIL TENTANG MA'UNAH
  • MA'UNAH BAGI MANUSIA.
    Sesungguhnya ALLAH akan menurunkan MA'UNAH (Pertolongan) seukuran saat yang ditentukan dan akan menurunkan kesabaran seukuran bala (ujian-Nya)

    (HR. Ibnu 'Adi dari Abu Hurioiroh)
  • HAKIKAT MINTA TOLONG.
    Kepada Engkaulah kami menyembah dan kepada Engkaulah kami meminta pertolongan

    (Surat Al Fatihah ayat 5)
  • TAWASSUL (PERANTARAAN) MINTA TOLONG MELALUI MAKHLUK ALLAH.
    Dan minta pertolonganlah kalian melalui Kesabaran dan Solat

    (Surat Al Baqoroh ayat 45)
  • BANTUAN MALAIKAT.
    Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap siaga dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, pasti ALLAH menolong kamu dengan 5000 malaikat yang memakai tanda

    (Surat Ali Imron ayat 125)
  • PERTOLONGAN BAGI YANG SELALU INGAT ALLAH.
    Nabi SAW bersabda, "TA'ARROF ILALLAAHI FIR RO-KHOO-I YA'RIFKA FISY SYIDDAH". Artinya : "Berkenalanlah (ingatlah) kepada ALLAH dikala senang, maka ALLAH pasti akan mengingatmu dikala susah"
    (Hadits Muttafaq 'Alayhi)

DALIL TENTANG DO'A
  • DOA MENOLAK TAKDIR.
    Sesungguhnya seseorang akan susah rizikinya karena dosa yang menimpanya, tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali Do'a dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali berbuat baik

    (HR. Ibnu Hiban dari Tsauban)
  • MENOLONG DENGAN DOA.
    Doanya orang Islam untuk saudaranya (seiman) pada saat temannya tidak mengetahuinya akan ALLAH kabulkan, di kepala orang yang berdoa itu ada malaikat yang diwakilkan kepadanya, setiap dia berdoa untuk saudaranya dengan baik, maka berkatalah malaikat itu : "AAMIIN (kabulkan Ya ALLAH), dan bagi kamu seperti tu"

    (HR. Ahmad dari Abu Darda')
  • DOA ORANG YANG DIANIAYA PASTI DIKABULKAN.
    Takutlah terhadap doanya orang yang teraniaya, maka sesungguhnya tidak ada penghalang antara doanya orang yang teraniaya dengan ALLAH

    (HR.
    Turmudzi)
  • DOA HARUS YAKIN DIKABULKAN.
    Berdoalah kalian dalam keadaan yakin dikabulkan

    (Alhadits)

DALIL TENTANG RUQYAH (JAMPI-JAMPI, MANTRA)
  • BISA MENJADIKAN SYIRIK PEMAKAINYA.
    Diterima dari Abdullah, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya jampi-jampi, tangkal-tangkal dan pelet menjadikan musyrik."
    (Ibnu HIbban)
    Catatan : Bisa menjadikan Syirik jika sumbernya bukan Islami, kalimatnya tidak dimengerti artinya, diyakini bendanya atau kalimatnya yang mempunyai manfaat dan mudhorrot bukan ALLAHnya.
  • JAMPI YANG BERMANFAAT.
    Tidak ada jampi-jampi (yang lebih utama dan lebih bermanfaat) kecuali untuk penyakit 'Ain (mata jahat) dan keracunan

    (HR. Abu Daud)
  • BOLEHNYA JAMPI UNTUK PENYAKIT.
    Rasulullah SAW memberi keringanan dengan jampi-jampi untuk penyakit 'Ain, keracunan dan kesemutan"

    (HR. Imam Muslim dari Anas)
  • MANTRA SUCI.
    Dari Abu Sa'id Al Khudry, sesungguhnya Jibril as pernah mendatangi Nabi SAW lalu berkata, "Hai Muhammad, apakah kau telah mengadu sakit". Nabi menjawab, "Ya". Lalu Jibril as berkata, "Dengan nama ALLAH aku menjampi-jampi kamu, dari segala penyakit yang menyakitimu, dan dari segala jiwa atau mata orang yang dengki, ALLAH akan menyembuhkanmu, dengan nama ALLAH aku menjampi kamu
    (HR. Imam Muslim, Turmudzi dan Nasai)
  • JAMPI YANG BERMANFAAT.
    Sahl bin Hunaif bertanya kepada Nabi SAW, "Apakah jampi-jampi itu baik?" Nabi menjawab, "Tidak ada jampi-jampi yang lebih bermanfaat kecuali untuk peyakit mata jahat, keracunan dan sengatan binatang berbisa"
    (HR. Abu Daud)
  • BOLEHNYA JAMPI UNTUK PENYAKIT.
    'Aisyah berkata, "Rasulullah SAW memberi keringanan dalam masalah jampi-jampi untuk penyakit sengatan/patukan ular dan kalajengking"
    (HR. Ibnu Majah)
  • JAMPI ATAU MANTRA BOLEH ASAL TIDAK BERTENTANGAN DENGAN AKIDAH DAN SYARI'AT.
    Diriwayatkan dari Ibnu Syihab Az Zuhri dia berkata, "Sebagian sahabat Rusulullah SAW pernah disengat/patuk ular maka Nabi SAW berkata, "Apakah ada orang yang bisa menjampinya?. Maka sahabat menjawab, "Sesungguhnya keluarga Hazm mereka membaca jampi-jampi untuk sengatan/patukan ular, maka ketika Engkau melarang jampi-jampi, mereka meninggalkan jampi-jampi tersebut." Nabi bersabda, "Panggillah 'Umaroh bin Hazm !" Lalu mereka memanggilnya lalu Umaroh menyodorkan jampi-jampinya, lalu Nabi bersabda, "Tidak apa-apa jampi-jampinya". Maka Nabi mengizinkannya kemudian ia membaca jampi-jampinya.
    (HR. Ibnu Majah, Bukhori, Muslim, Nasai dan Ahmad)

    Dari 'Auf bin Malik dia berkata : "Sesungguhnya kami membaca jampi di jaman jahliyyah, maka kami berkata: Wahai Rosulallaah bagaimana pendapatmu terhadap demikian itu? Lalu Nabi berkata : Sodorkan kepadaku jampi-jampi kalian, tidak apa-apa dengan jampi-jampi apabila tidak ada syirik di dalamnya"
    (HR.
    Muslim dan selainnya)

DALIL TENTANG AZIMAT, RAJAH, WIFIQ
  • AZIMAT BERUPA TULISAN DOA-DOA
    Habib Zaynul 'Abidin Ba'alawi berkata dalam kitabnya Al Ajwibah Al Gholiyah Fii 'Aqidatil Firqotin Naajiyah bab Berobat dengan Al Qur'an dan Nama-nama ALLAH : "Boleh menulis tangkal dan azimat dan menggantungkannya pada manusia dan binatang jika tidak ada di dalamnya kalimat yang tidak diketahui artinya. Maka sungguh telah tetap, bahwa Rosulullaah SAW mengajarkan kepada mereka (para sahabat) dari ketakutan : Aku berlindung dengan kalimat-kalimat ALLAH yang sempurna dari marah-Nya dan siksa-Nya dan kejahatan hamba-hambaNya dan dari godaan syetan dan kehadiran mereka. Maka adalah Abdullah bin Umar ra. mengajarkannya kepada anaknya yang sudah 'aqil (dewasa) dan menulisnya dan menggantungkannya kepada anaknya yang belum 'aqil (dewasa)"
    (HR. Abu Daud dan Turmudzi)
  • AZIMAT BERUPA TULISAN AL QUR'AN.
    Sekumpulan ulama Salaf berpendapat boleh menulis beberapa ayat Al Qur'an untuk penyakit 'Ain (mata jahat) kemudian meminum air basuhan tulisan tersebut. Berkata Imam Mujahid, "Tidak apa-apa menulis Al Qur'an dan membasuhnya dan meminumkannya kepada orang sakit". Dan seperti itu juga diriwayatkan dari Abi Qilabah. Dan disebutkan riwayat dari Ibnu Abbas bahwa beliau menyuruh menulis 2 ayat Al Qur'an untuk wanita yang sulit melahirkan, lalu membasuhnya dan meminumnya. Dan berkata Ayub, "Aku pernah melihat Abu Qilabah menulis tulisan sebagian dari Al Qur'an lalu membasuhnya dengan air dan meminumkannya kepada seseorang laki-laki yang punya penyakit"
    (Kitab AT Thibbun Nabawi halaman 133)
  • KHASIAT DAN KEKUATAN YANG TIDAK TERLIHAT YANG DITITIPKAN ALLAH KE SUATU BENDA MATI ITU MEMANG BOLEH ADA.
    Benda bertuah berupa baju gamis milik Nabi Yusuf. ALLAH berfirman, "Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini lalu letakkanlah baju gamisku ke wajah ayahku (Yakub as) nanti ia akan melihat kembali dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku"
    (Surat Yusuf ayat 93)

    Simpul Sihir Labid seorang Yahudi yang telah mensihir Nabi Muhammad SAW, kemudian Nabi Muhammad SAW menyuruh keluarganya untuk membuka simpulan itu dimana setiap membuka simpulan disuruh baca surat Al Falaq dan Annaas. Nabi tidak meminta ke ALLAH tapi menyuruh membuka simpul sihir itu, ini berarti kekuatan gaib bisa jadi ada di suatu benda, semua dari ALLAH juga.
    (Lihat Lubabun Nuqul fii Asbaabin Nuzul surat Al Falaq dan An Nas)

    Jubah Nabi Muhammad SAW, Asma binti Abi Bakr berkata : "Jubah ini pernah dipakai Nabi SAW lalu kami membasuhnya untuk orang sakit agar bisa sembuh dengan jubah tersebut"
    (HR. Muslim, lihat Al Ajwibah Al Gholiyah Fii 'Aqidatil Firqotin Naajiyah bab Tabarruk (Ambil Berkah) Bi Aa-tsaarish Sholihin (Dengan Bekas Orang Sholeh))

    Rambut Nabi Muhammad SAW, Kholid bin Walid pernah meletakkan rambut Nabi SAW di dalam pecinya. Lalu pernah pecinya terjatuh di salah satu perangnya, lalu Kholid bin Walid bersungguh-sungguh mengambilnya sehingga para sahabat mengingkarinya karena sebab perbuatan Kholid banyak para sahabat yang gugur. Maka berkatalah Kholid : Saya tidaklah melakukannya karena sebab peci itu tetapi karena di dalam peci itu terdapat rambut Nabi SAW agar tidak hilang berkahnya dan tidak jatuh ke tangan orang-orang musyrik.
    (Kitab Asy Syifa karangan Qodi 'Iyadh)

    Air Wudhu' Nabi Muhammad SAW, diriwayatkan dari Abi Juhayfah : "Aku melihat Bilal mengambil air wudhu'nya Nabi SAW dan manusia (para sahabat) pun cepat-cepat mengambil air wudhu' Nabi tersebut. Lalu siapa saja yang mendapatkan air wudhu' Nabi tersebut mereka mengusapkan air wudhu' Nabi tersebut (ke tubuhnya), sedangkan yang tidak mendapatkan air wudhu' Nabi tersebut, mereka mengambil dari basahan di tubuh para sahabat Nabi (yang berhasil mengambil air wudhu' Nabi)"
    (HR. Bukhori dan Muslim, yaitu untuk tabarruk dan memohon kesembuhan)
  • ULAMA MEMBOLEHKAN.
    Telah berkata Imam Nawawi dalam kitabnya Syarhul Muhadzdzab, "Jikalau Al Qur'an ditulis di sebuah lauh (papan/batu tulis) atau pada bejana kemudian membasuhnya (tulisan tersebut) kemudian meminum air basuhan tersebut oleh orang sakit, maka berkatalah Hasan Bashri, Mujahid, Abu Qilabah dan Auza'i : ' Tidak apa-apa dengannya' . Tapi An Naha'i memakruhkannya". Telah berkata Qodi Husen dan Baghowi dan selain keduanya,"Jika menulis Al Qur'an di makanan yang manis atau makanan (lainnya) maka tidak apa-apa memakannya". Zarkasyi berpendapat tidak boleh memakan kertas yang bertuliskan ayat Al Qur'an. Ibnu Abdus Salam berfatwa makan dan minum dari kertas itu juga dilarang karena menjadikan kertas tersebut bertemu dengan najis bathin.
    (Kitab Khozinatul Asror halaman 67)
  • MEDIANYA HARUS HALAL.
    Imam Ahmad dan lainnya menyatakan tidak mengapa menulis Al Qur'an untuk orang yang kena musibah atau lainnya termasuk sakit dengan materi (media/bahan) yang dibolehkan lalu membasuh dan meminumnya. Tidak boleh menulisnya dengan selain Al Qur'an seperti tulisan-tulisan yang tidak dimengerti artinya dari bahasa-bahasa berbagai ajaran yang berbeda-beda, karena mengandung di dalamnya kekafiran. Materi (media)nya tidak boleh berupa darah dan semacamnya yang termasuk najis karena haram bahkan kafir. Tidak boleh juga semisal membolak-balikkan huruf Al Qur'an.
    (Kitab Khozinatul Asror halaman 67 dan Tafsir Ruuhul Bayan pada akhir Surat Al Ahqof)

DALIL TENTANG SIHIR
  • PENGERTIAN SIHIR.
    Sihir adalah kekuatan gaib yang diciptakan ALLAH untuk makhluk-Nya, dimana kekuatan gaibnya berupa kekuatan pengaruh ruh-ruh jahat (jin atau syetan), dan dapat berpengaruh pada unsur alam. Seperti diceritakan dalam Asbabun Nuzul surat Al Falaq dan An Nas yaitu ketika Nabi SAW sakit seolah mendatangi istri-istrinya ternyata tidak, dan ternyata setelah diberitahu oleh Malaikat, sihirnya ada pada sebuah sumur dan berupa tali yang disimpul-simpulkan. 'Aisyah ra. berkata, "Rasulullah SAW pernah disihir sehingga beliau sungguh berkhayal bahwa dirinya mendatangi istri-istrinya padahal beliau tidak mendatangi istri-istri beliau."
    (HR. Bukhori dan Muslim, Abu Daud dan Ahmad.
    Lihat kitab Ath Thibbun Nabawi Halaman 100)

    HATI-HATI! Buku berjudul RAJA JIN menyesatkan. Karena menghina Imam Bukhori dan Muslim dengan perkataan, "Hadits tersebut diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim sebelum mereka bertobat"
    Semoga pengarang buku tersebut yang merupakan buku best seller segera bertaubat dari tuduhannya dan kesombongannya seolah dirinya lebih 'alim dari Imam Bukhori dan Muslim.

DALIL TENTANG TRANSFER ILMU GAIB MELALUI MEDIA BENDA MATI
  • SARANA AIR DAN GARAM YANG DIYAKINI DAPAT MENGOBATI PENYAKIT SEBELUM ADA PENELITIAN ILMIAH OLEH PARA PAKAR ILMU PENGETAHUAN MODERN.
    Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud dia berkata, "Ketika Rasulullah SAW solat, ketika sujud beliau disengat oleh kalajengking pada jari-jarinya. Maka berpalinglah Rasulullah SAW dan beliau berkata, "Semoga ALLAH melaknati kalajengking itu, selama kau tinggalkan Nabi dan selainnya". Abdullah bin Mas'ud berkata, "Kemudian Nabi meminta bejana yang isinya air dan garam. Lalu beliau memulai meletakkan air dan garamnya tersebut ke tempat luka sengatan tadi dan beliau membaca Qul Huwallaahu Ahad dan Al Mu'awwi-dzatain (Al Falaq dan An Nas) sehingga luka sengatan tadi menjadi tenang"
    (Kitab Ath Thibbun Nabawi halaman 141)
  • SARANA TANAH.
    Dari 'Aisyah ra dia berkata, "Adalah Rasulullah SAW apabila seseorang mengadu sakit atau ada yang punya bisul/kudis atau luka, maka beliau berkata dengan jari-jarinya seperti ini (Dan Sufyan meletakkan jari telunjuknya ke tanah kemudian mengangkatnya) dan beliau berkata, "Dengan Nama ALLAH, inilah debu tanah kami, dengan ludah sebagian kami, agar orang sakit kami disembuhkan, dengan izin Tuhan kami."
    (HR. Bukhori, Muslim, Abu Daud, Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad)
  • TIUPAN KE TUBUH.
    Dari 'Aisyah dia berkata, "Adalah Rasulullah SAW apabila berbaring di tempat tidurnya, beliau meniup kedua tapak tangannya dengan (sebelumnya membaca) Qul Huwallaahu Ahad dan Al Mu'awwi-dzatain (Al Falaq dan An Nas) kemudian beliau mengusap wajahnya dengan kedua tapak tangannya tersebut dan mengusap bagian tubuh mana saja yang tangannya sampai."
    (HR. Imam Bukhori dan Muslim)

DALIL TENTANG ISTIKHDAM / ISTIGHOTSAH (MINTA BANTUAN KE MAKHLUK)
  • Orang Islam dibantu KHODDAM MALAIKAT.
    Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap siaga dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, pasti ALLAH menolong kamu dengan 5000 malaikat yang memakai tanda

    (Surat Ali Imron ayat 125)
  • Boleh minta bantuan langsung kepada KHODDAM MALAIKAT DAN WALIYYULLAAH.
    Nabi SAW bersabda : "Jika kamu tersesat (di jalan) atau ingin pertolongan di bumi yang tidak ada orang yang baiknya maka katakanlah : YAA 'IBAADALLAAH A-GHII-TSUUNII (Wahai para penyembah ALLAH, tolonglah aku. Dalam riwayat lain
    : YAA 'IBAADALLAAH A'IINUUNII), maka sesungguhnya ALLAH itu memiliki para penyembahnya yang tidak kalian lihat"
    (HR. Thobroni dari 'Atabah bin Ghozwan, lihat kitab Al Ajwibah Al Gholiyah Fii 'Aqidatil Firqotin Naajiyah bab Al Istighotsah)
  • Boleh minta bantuan KHODDAM JIN MUSLIM YANG SOLEH
    (Tapi harus hati-hati, jangan terpengaruh permintaan syarat dari jin yang menyalahi syari'at dan akidah Islam). ALLAH berfirman, "Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari Jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).
    (Al Qur'an surat An Naml ayat 17)
  • HARAM BERLINDUNG KEPADA JIN YANG TIDAK SOLEH.
    Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

    (Surat Al Jin ayat 6)

DALIL TENTANG JUMLAH WIRID / ZIKIR
  • SEDIKIT TAPI TERUS MENERUS.
    Diriwayatkan dari 'Aisyah ra, bahwa Nabi bersabda, "AHABBUL A'MAALI ILALLAAHI ADWAAMUHAA WA-IN QOLLA". Artinya, "Perbuatan yang paling dicintai ALLAH adalah yang terus menerus walaupun hanya sedikit".
    (HR. Bukhori dan Muslim)
  • DISUNNAHKAN JUMLAHNYA GANJIL.
    Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya ALLAH itu berjumlah ganjil, Dia juga mencintai yang berjumlah ganjil."
  • DIULANGI TERUS AGAR TAMBAH YAKIN.
    Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa Nabi SAW bersabda, "Apabila kamu mengadu sakit, maka letakkanlah tangan kamu ditempat yang sakit, kemudian katakanlah, "Dengan Nama ALLAH, aku berlindung dengan kemuliaan-Nya dan kuasa-Nya dari kejahatan apa yang aku dapatkan dari sakitku ini", kemudian angkatlah tanganmu kemudian ulangi demikian dengan jumlah ganjil"
    (HR.
    Imam Turmudzi)

DALIL TENTANG IKHLAS
  • IKHLAS ADALAH KARENA ALLAH.
    Katakanlah, "Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, matiku untuk Robb semesat alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya
    ".
    (Surat Al An'am ayat 162-163)
  • AMAL DITERIMA JIKA IKHLAS.
    Diriwayatkan dari Abu Umamah, Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya ALLAH Ta'ala tidaklah menerima suatu amal kecuali jika dilakukan secara ikhlas dan yang dicari adalah wajah ALLAH."
    (HR.An Nasa-i)
  • IKHLAS MENJAUHKAN DARI NERAKA. Sesungguhnya ALLAH Ta'ala sungguh mengharamkan api neraka bagi orang yang mengucapkan LAA-ILAAHA ILLALLAAH, dengan demikian itu ia mencari wajah ALLAH.
    (HR. Bukhori dan Muslim)

DALIL TENTANG KEPEKAAN BATHIN, FIRASAT. UCAPAN TEPAT
  • FIRASAT YANG BENAR ADALAH DENGAN CAHAYA ALLAH.
    Nabi SAW bersabda, "ITTAQUU FIROOSATAL MU'MIN FA-INNAHUU YANZHURU BINUURILLAHI". Artinya : "Takutlah kamu terhadap firasatnya orang beriman (mu'min) karena ia melihat dengan cahaya ALLAH"
    (HR.
    Turmudzi)
  • PERKATAAN YANG BENAR KARENA BANTUAN MALAIKAT.
    Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa Nabi SAW bersabda : "Sesungguhnya ALLAH memiliki malaikat di bumi yang berbicara di atas lisan anak cucu Adam dengan sesuatu yang ada pada seseorang dari perbuatan baik dan buruk".
    (HR. Bayhaqy)

DALIL TENTANG UPAH JASA ILMU HIKMAH
  • BOLEH MINTA UPAH.
    Abu 'Ubed, Ahmad, Bukhori, Muslim, Abu Daud, Turmudzi, Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Jarir, Al Hakim, dan Bayhaqi, dari Abu Sa'id Al Khudri ra. dia berkata: "Rasulullah SAW telah mengutus kami pada suatu peperangan 30 pengendara. Maka turunlah kami di suatu kaum orang Arab lalu kami minta mereka untuk menjadikan kami tamu mereka. Maka mereka menolak. Kemudian disengatlah ketua suku mereka oleh kalajengking lalu mereka berkata, Apakah pada kamu ada seseorang yang bisa menjampi dari sengatan kala jengking? Maka aku katakan : Ya, aku. Akan tetapi aku tidak akan melakukannya sehingga kalian memberikan kami sesuatu. Mereka menjawab, Kami akan berikan kalian 30 kambing. Abu Sa'id berkata maka aku baca ALHAMDULILAHI ROBBIL 'AALAMIIN (Surat Al Fatihah) 7x atas sengatan tersebut. Maka ketika kami menggenggam seekor kambing, disodorkanlah kepada kami darinya. Lalu kami manahan diri sehingga mendatangi Nabi SAW. Maka kami sebutkan demikian itu kepada beliau. Lalu Nabi menjawab, Dari mana kamu mengetahui bahwa Al Fatihah itu adalah jampi. Bagi-bagilah kambing itu dan buatlah untukku bersamamu."
  • BOLEH AMBIL UPAH DARI PENGOBATAN DENGAN AL QUR'AN.
    Seorang sahabat Nabi SAW berkata : Aku telah mengambil upah atas kitab ALLAH (setelah mengobati orang dengan Kitab ALLAH)) sehingga kami tiba di Madinah. Lalu sahabat yang lain berkata (kepada Rasulullah SAW), Dia telah mengambil upah atas kitab ALLAH. Maka berkatalah Nabi 'Alayhis Sholaatu was Salaam, Sesungguhnya yang paling berhak kalian ambil upah adalah Kitab ALLAH.
    (HR. Imam Ahmad, Bukhori dan Bayhaqy dari Ibnu 'Abbas ra)
  • UPAH ITU BAGIAN DARI AL QUR'AN.
    Abu Nu'aim meriwayatkan, dari Abu Huroiroh ra, "Telah besabda Nabi 'Alayhis Sholatu was Salam, 'Barangsiapa mengambil upah atas Al Qur'an, maka demikian itu bagiannya dari Al Qur'an.'"
  • IMAM MADZHAB SEPAKAT BOLEHNYA AMBIL UPAH.
    Para Imam Madzhab yang 3 dan sebagian Ulama' Madzhab Hanafi dari golongan Ulama Mutaakhkhirin, mereka mengambil dalil dengan hadits-hadits ini (di atas) tentang mengambil upah.
  • TIDAK WAJIB MEMBERI / MENGAMBIL UPAH, BUKAN TIDAK BOLEH.
    Dalam Risalah Bulughul Arob Li-dzawil Qurbi oleh Asy Syaronbilaly : Tidak boleh mengambil/meminta upah atas perbuatan taat seperti mengajari Al Qur'an, Fiqih, jadi Imam Solat, Adzan, memberi peringatan/zikir, hajji dan perang, maksudnya TIDAK WAJIB UPAH Dan menurut Ulama Madinah, BOLEH. Seperti itu juga (membolehkan upah) pendapat Imam Syafi'i, Nashir, 'Ishom, Abu Nashr, dan Abul Layts (semoga ALLAH TA'ALA merahmati mereka).

Demikian beberapa dalil tentang Ilmu Hikmah yang kami himpun dari berbagai sumber. Adapun dalil ini bukan untuk mengubah keyakinan Anda apabila Anda punya keyakinan lain. Dalil-dalil ini kami peruntukkan bagi Anda yang mau menyimak dan menerima ajaran Ilmu Hikmah dengan senang hati tanpa paksaan dari siapapun.

Untuk selanjutnya, keputusan ada di tangan Anda sendiri. Sebagai manusia merdeka, Anda berhak untuk menerima atau menolak keberadaan Ilmu Hikmah. Apakah Anda akan mengikuti kursus Ilmu Hikmah dari kami atau tidak, itu semua adalah hak Anda sepenuhnya. Kami sebagai penyelenggara kursus hanya memberikan fasilitas belajar kepada Anda yang ingin mempelajari Ilmu Hikmah sesuai yang diajarkan guru-guru kami.

CATATAN: Artikel ini ditulis oleh tim IlmuHikmah.Com yang tergabung dalam Asosiasi Parapsikologi Nusantara. Harap tidak copy-paste tulisan ini ke blog atau situs lain tanpa izin dari pihak IlmuHikmah.Com. Terimakasih atas kesadaran Anda untuk menghargai karya tulis orang lain. Semoga hidup Anda lebih berkah karena telah berbuat benar.

Lautan Ilmu

 Kumpulan Kitab buah karya para Ulama`Ahlussuunnah. Semoga bermanfaat.
Berikut informasi kitab-kitab yang akan tersedia disini insyaallah.

Abdurrahman bin Abi Haatim Abdurrahmaan Bin Abi Haatim Bag.2 Abdurrazzaaq Ash Shan`aany Abul Hasan Saalim bin AL Hasan bin Ibraahiim Al Khaazimy Ad Diraasaat Al Kitruniyah Ad Diraasaat Al Kitruniyah Bag.2 Adz Dzahaby
Al `Utsaimiin
Al `Utsaimin Bag.2
Al Albani Bag.1 Al Albani Bag.2 Al Baaji Al Andalusi Al Baghawi Al Baiquuniyyah AL Imaam Abu Dawuud Assijistaany
Al Imaam Ahmad Ibn hanbal
Al Imaam Al Bukhaary Al Imaam Al Bukhaary Bag.2 Al Imaam An Nasaa`i
AL Imaam At Tirmidzi
Al Imaam Ibnu Maajah
Al Imaam Malik Al Imaam Muslim
Al Imaam Muslim Bag.2
AL Khathiib Al Baghdaady
Al Qurtubi
`Ali Hasan `Abdul Hamid Al Halabi An Nawaawy As Sa`diy As Sa`diy bag.2 As Suyuuthy
Asy Syaukaany
Ath Thabary Ath Thahhaawy Az Zurqaany
Bassaam AL `Aff
Fairuz Aabaady
Ibnu Abdil Bar Ibnu Hajar Al Atsqalaany Bag.1 Ibnu Hazm Adh Dhaahiry Ibnu Qudaamah Al Maqdisi ibnu Siiriin Ibnu Taymiyyah
Ibnul Ajmi
Ibnul Atsiir Ibnul Jauzy Ibnul Qayyiim Ibnul Qiyaal Kitaab Laila Binti Abdurrahmaan Al Juraibah Muhammad Bin Abdul Wahhaab Mujaahid Safaarainy Sufyaan Ats Tsaury
Ibnu Abid Duniya
Ibnu Abi Daawuud Ibnu Rajab Al Hambaly Ibnu Syaahiin Abuu Hafsh Umar bin Ahmad Abuu Ahmad Abdullah Bin `Adiy Bin Abdullah Bin Muhammad Abuu IShaaq Hisyaam Bin Mahdiy AL Kishaashi Abuul Barkaat Muhammad Bin Ahmad Bin Yuusuf
Abuul Barraa` Al Kinaaniy
Abul Haarits Muhammad Bin Ibrahiim Khrrj As Silafy Al Jazaa`iry Abul Hajjaaj Yuusuf bin Zakiy Abdurrahmaan Al Miziy Abul Hasan `Aliy Bin Al Ja`d Bin `Abiid Abul Hasan `Aliy Bin Abdillah Bin Ja`far Abul Hasan `Aliy Bin Umar Bin Ahmad Bin Mahdiy Abul Hasan Nuuruddiin Bin Abdul HaadiyAs Sindiy Abul Fatah Muhammad Bin Al Husain Al Muushally Abul Fida`Ismaa`iil Bin katsiir Al Qurasyi Abul Fadhl Ahmad Bin `Aliy Bin Hajar Al `Asqalaaniy (Al Haafidz Ibnu Hajar) Bag.2 Abul Fadhl Abdurrahmaan Bin Abi Bakr As Suyuuthy Abul Qaasim Hamzah Bin Muhammad Bin `Aliy Bin Al`Abbaas. Abul Qaasim Sulaimaan Bin Ahmad Bin Ayyuub Ath Thabraany Abul Mahaasin Muhammad Bin `Aliy Bin Hasan Abul Mundzir Ahmad Bin `Abbaas As Silafy Abul Waliy Sulaimaan Bin Khalaf Bin Sa`d Al Baaji Abu Anas Al Faayid Al `Auniy Ar Rasyiidy Al Atsary Abu Bakr Ahmad Bin Al Husain Bin `Aliy Bin Muusa Al Baihaqiy Abuu Bakr Ahmad Bin `Aliy Bin Tsaabit Abuu Bakr Ahmad Bin `Amruu Bin Adh Dhahhaak Abuu Juwairiyyah Abuu Haatim Muhammad Bin Hibbaan Bin Ahmad (Ibnu Hibbaan) Abuu hafshah Abuu Daawuud Sulaimaan Daawuud Ath Thayaalisy Abuu Rabbaan Ath Thaa`ify Abuu Zakariyya Yahya Bin Abdulwahhaab Bin Manduh Al AshBahaany Abuu Zakariyya Yahyaa Bin Ma`ien Abuu `Abdil A`laa Khaalid Bin Muhammad Bin `Utsmaan AL Mashry Abuu `Abdis Salaam Hasan Bin Qaasim Al Hasany Ar Riimy As Silafy Abuu `Abdillah Al Atsary Abuu `Abdillah Al Yamany Abuu `Abdillah Khaalid Bin Muhammad Al Ghirbaany Abuu `Abdillah `Azzaam Asy Syimary Abuu `Abdillah Muhammad Bin Idriis Asy Syaafi`y (Al Imaam Asy Syaafi`ie) Abuu `Ablillah Hummaam Bin Muhammad AL Jazaa`iry Abuu `Abdirrahmaan Badr Bin `Aliy Bin Thaamy Al Utaiby Abuu `Abdirrahmaan Abdullah Bin AL Mubaarak (Ibnul Mubaarak) Abuu `Abdillah Muhammad Bin Yaziid Al Qazwainy Abuu` Abdillah Ahmad Al Ahmady Abuu `Abdillah AL Madany Abuu `Abdillah Muhammad Bin Ahmad (Adz Dzahaby Bag.2) Abuu `Abdillah Muhammad Bin Sa`d Bin Manii` Abuu `Abdillah Muhammad Bin `Abdillah Baa Jamaal Al Hadhramy Abuu `Ubaid Al Qaasim Bin Salaam Abuu `Utsmaan Ismaa`iil Bin `Abdirrahmaan Ash Shaabuuny Abuu `Umar Bin Hasan Al Ka`by Abuu `Amru Nuuruddiin Bin `Aliy Bin `Abdillah Bin `Ar`ar Abuu `Iisaa Muhammad Bin `Iisaa Bin Saurah (At Tirmidzi) Abuu Muhammad Al Andalusy AL Qahthaany Abuu Muhammad `abduLlah Bin `Aliy Bin Al Jaaruud ABuu Muhammad `Abd bin Humaid Bin Nashr ABuu Muhammad `Abdullah Bin `Abdurrahmaan Ad Daarimy Abuu Muhammad `Abdullah Bin Muslim Bin Qutaibah
Abuu Muhammad `Izzuddiin As Silafy
Abuu Hurairah Ibrahim Bin Ahmad Al Atsary
Abuu Sindi Muhammad
Abuu Ya`laa Ahmad Bin `Aliy Bin Al Mutsani Abuu `Abdirrahmaan Muqbil Bin Haadi AL Wad`i (Asy Syaikh Muqbil) Abuu `Abdillah Al Yamani Abii Ishaaq Hisyaam Mahdi Al Kishaash Abiil Baqaa`Abdullah Bin Al Husain Bin Abdillah Al`Akbary Abiil Hasan Al Atsary `Alwiy Bin Umar Bin Mahmuud Abiil Hasan Al Asy`ari Abiil Hasan Bin `Aliy Bin Khalf Al Barbahaary Abiil Hasan Abdul `Aziz Bin Yahya Bin `Abdul`aziz Al Kinaani Al Makki Abiil `Abbas Ahmad bin Abii Ahmad Ath Thabarii Al Baghdaadi Asy Syaafi`i Abiil Faraj Ibnu Rajab Al Hanbali Abii bakr Ahmad Bin Ibrahim Al Ismaa`aily Abii Bakr `Abdullah Bin Zubair Al Humaidy Abii Bakr `Abdullah Bin Muhammad Bin Abii Syaibah Abii Bakr Muhammad Bin Al Husain Fanjauyah Abii Bakr Muhammad Bin Al Husain AL Aajurry Abii Tarkiy Muhammad Ahmad Al FiiFii Abii Hafsh Taajuddiin Al Faakahaany Abii `Abdirrahmaan Fauzy Bin Abdullah AL Atsary Abii `Abdissalaam Hasan Bin Qaasim Ar Riimiy Abii `Abdil`Aziiz `Utsmaan Bin Al A`miiriy Abii `Abdillah Humuud Bin Qaa`id Al Bi`daaniy Abii `Abdillah Syukaib As Silafy Abii `Abdillah Naashir As Silyathiy Abii `Aliy Al Hasan Bin Ahmad Bin `Abdul Ghaffaar Al Faarisiy An Nahwiy Abii `Amruu `Abdilkariim Bin Ahmad Al `UmariyAl Hajuuriy Abii Muusaa `Abdirrazzaaq Bin Muusaa ath Thubni Al Jazaa`iriy Abii Nuur Bin Hasan Bin Muhammad Al Kurdiy
Abii `Umar Usaamah Bin `Athaayaa Bin `Utsmaan Al `Utaibiy
Ihsaan Ilahiy Dzahiir Ahmad Al Ahmadiy Ahmad Bin Shalih Az Zharaaniy Ahmad Bin Yahyaa An Najmiy Ahmad Umar Baazmuul Ahmad Wamahmuud Syaakir Ishaaq Bin Asy Syaikhil Imaam`Abdirrahman Bin Hasan Ishaaq Bin ibrahiim Bin Makhlad Bin Raahuuyah Islaa`iil bin Muhammad Al Anshaariy Al Haarits bin Abii Usaamah Al Haakim Asy Syaikh ibn Baaz Al Qaadhiy Abii Bakr Al `Arabiy Al Qaamuus Al Muhiith (Fairuuz `Abaadii) Al Lajnah Ad Daa`imah Lil Buhuuts Al `Ilmiyyah Wal Iftaa` Al Laits Bin Sa`ad bin Abdurrahmaan AL Fahmiy Al MAshriy An Nawawiy Ummul Laits Ummu Ayyuub Nuurah Hasan Ghaawiy Ummu Muusaa Al Jazaa`iriy Imaam Ar Rahbiy Bandar Bin Nayyif AL `Atibiy Tarhiib Bin Rabii`aanBin Haadiy Ad Duusriy Taqiyyuddiin Ahmad Bin `Aliy Al Maqriiziy Jamaal Bin Fariihaan AL Haaritsiy Haatim Bin `Aarif AL `Auniy Hasan Bin Qaasim Al Hasaniy Ar Riimiy As Silafy Hamdan Bin Ibraahim Al `Utsmaani Hamdan Bin Naashir Bin Ma`mar Humuud Bin `Abdillah At Tuwaijiriy Khaalid Bin Dhahwiy Adzh Dzhafiiriy Khaalid Bin `Abdillah Bin Muhammad Al Mushlih Khaalid Bin `Aliy Bin Muhammad Al `Anbariy Khaalid Bin QaasimAr Raddaadiy Khaliifah Al Kiwaariy Raasyid Bin Husain AL `Abdulkariim Rabii` Bin Haadiy `Umair Al Madkhaliy Rahmatullah Bin Khaliilur Rahmaan Al Hindiy Zakariyya Bin Ghulaam Qaadir Al Baakistaaniy Zaid Bin Muhammad Bin Haadiy Al Madkhaliy Saalim AL `Ajmiy
Saalim Bin `ied Al Hilali
Sa`ad Bin `Abdirrahmaan Al Hushain
Sa`ied Bin Sa`d Bin Nabhaan Al Hadhramiy Sulthaan Al `ied Sulthaan Bin Muhammad Bin Sibhaan Sulaiman Bin Sahmaan Sulaimaan Bin `Abdillah Bin Muhammad Bin `Abdul Wahhaab Samiir Al Mabhuh Syarh Abayaat Al Mufashshil Lisy Syariif Shaalih As Suhaimiy Shaalih Al Fauzaan Shaalih Bin `Abdul`aziiz Aalusy Syaikh Shalih Bin `Abdul`aziiz Bin `Utsmaan As Sindiy Shaalih Bin `Abdullah Al Bakriy `Aayid Asy Syamriy `Abdurrahmaan Bin Hasan Aalusy Syaikh `Abdurrahmaan Bin `Abdullah Aalu Ibrahiim `Abdurrahmaan Bin Yahyaa Al Ma`lamiy Al Yamaaniy `Abdurrazzaaq bin `Abdulmuhsin Al `Abbaad `Abdul`aziiz Ar Raajihiy `Abdul`aziiz muhammad As Salmaaniy `Abdul`aziiz Bin Rais Ar Raisiy `Abdul`aziiz Bin `Abdullah Bin Muhammad Aalusy Syaikh `Abdul`aziiz Bin Muhammad Bin `Aliy Al `Abd Al Lathiif `Abdul Lathiif Bin Muhammad Bin Abii Rabii` `Abdullah Bin Hamiid Al Falaasiy `Abdullah Bin Shaalih Al `Ubailaan
`Abdullah Bin Muhammad Al Atsariy
`Abdullah Bin Muhammad Ad Duwaisyiy `Abdullah Bin Muhammad Al Ghaniimaan `Abdullah Bin Muhammad Al Qarniy `Abdul Maalik bin Ahmad Ramadhaaniy Al Jazaa`iriy `Abdullah Aalu Muhammad `Abdullah As Silafiy `Abdulmuhsin Bin Hamd Al `Abbaad Al Badr
`Abdussalaam Barjas
`Ubaid Bin `Abdullah Bin Sulaimaan AL Jaabiriy `Utsmaan `Abdussalaam Nuuh `Ishaam Bin `Abdullah As Sinaaniy `Alaa`uddiin Muhammad Bin `aliy AL Yunainiy Al Ba`aliy Al Hanbaliy `Alwiy bin `Abdul Qaadir As Saffaaf `Aliy bin Sulaimaan Bina Muhammad Al Harbiy `Aliy Bin `Abdul `Aziiz Bin `Aliy As Syabil `Aliy Bin Muhammad Naashir Al faqiihiy `Aliy Bin Yahyaa Al Haddaadiy `Umar Bin `Aliy Al Bazzaar
`Utsmaan Bin Syaikh `Aliy
Faalih Bin Jabr At Tulai`ah Faalih Bin Naafi` Al Harbiy Maahir Bin Dzhaafir Al Qahthaany Muhammad Bin Ahmad Al Hafdzhy Muhammad Bin Ishaaq Bin Ibraahiim As Siraaji Ats TsaqafyAn Naisaabuury Muhammad Bin Al Amiir Ash Shan`aany Muhammad Bin Amaan Al Jaami Muhammad Bin Ja`far Muhammad Bin Sa`iid Al Qahthaany Muhammad Bin Saif Al `Ajmy Muhammad Bin `Abdurrahmaan Al Khumais Muhammad Bin `Abdul`aziiz Bin Maani` Muhammad Bin `Abdullah Al Imaam Muhammad Bin `Abdulwahhaab Al Washaaby Al `Abdaly Muhammad Bin `Umar Bin Saalim Baazmuul Muhammad Bin Mubaarak Al Haajiry Muhammad Bin Haadiy Al madkhaly Muhammad Khaliil Harraas Muhammad Maalallaah Muhammad Ma`ruuf Bin Mushthafa bin Ahmad An Nuudihi Asy Syahrazuury Al Barzanjy Asy Syaafi`y Malfy bin Naa`im Bin `Imraan Ash Shaa`idy Naashir Bin `aliy Al ghaamidy Naashir Bin `Aliy Bin Naashir Al Ghamidy Naashir Bin Muhammad Al Hamasy Aalu `Aashim Humam Bin Munabbih Ash Shan`aany
Tarhiib Bin Rabii`aan Bin Haadiy Ad Duusiriy
Yahyaa Bin `Aliy Al hajuuriy Al Haarits Bin ziidaan Al Maziidy `Abdul majid Ar Riimiy Zainal `Abidiin `Aliy Bin Al Husain Kumpulan Masyaikh