Beberapa orang masih mempertanyakan
boleh-tidaknya mengamalkan Ilmu Hikmah. Bagi kami, soal keyakinan adalah
hak asasi manusia. Apabila Anda nyaman dengan Ilmu Hikmah, maka silakan
Anda mengikuti kursus Ilmu Hikmah yang kami selenggarakan. Namun jika
Anda merasa kurang cocok, tidak perlu memaksakan diri. Kami hanya
berniat mengajarkan Ilmu Hikmah kepada orang-orang yang sepaham dengan
kami. Sedangkan bagi orang yang tidak sepaham, harap Anda bisa bersikap
bijaksana dan toleransi terhadap perbedaan. Hanya dengan demikian,
kedamaian di dunia akan terus terjaga.
Dalil-dalil tentang bolehnya mengamalkan
Ilmu Hikmah berikut ini kami ambil dari beberapa sumber seperti Al
Qur'an, Hadits Shohih Bukhori, Shohih Muslim, Ath Thibbun Nabawi,
Mukhtarul Ahadits An Nabawiyyah, Khozinatul Asror, Al Ajwibah Al
Gholiyah Fii 'Aqidatil Firqotin Naajiyah dan lain-lain. Insya Allah,
dali-dalil ini bisa menunjukkan kepada Anda bahwa mempelajari Ilmu
Hikmah diperbolehkan oleh Islam. Namun itu juga tergantung aliran atau
Imam mana yang Anda anut. Satu ulama dengan ulama lainnya bisa punya
pendapat yang berbeda. Sedangkan kami adalah orang-orang yang menganut
ulama yang memperbolehkan amalan Ilmu Hikmah.
DALIL TENTANG ZIKIR
- PERTOLONGAN ALLAH BAGI YANG ZIKIR.
Sesungguhnya ALLAH berfirman, "Aku bersama hamba-Ku selama dia ingat kepada-Ku atau menyebut nama-Ku dan kedua bibirnya selalu bergerak dengan menyebut-Ku"
(HR. Ahmad dari Abu Huroiroh)
- TERKABULNYA DOA TERGANTUNG PERSANGKAAN MANUSIA KEPADA ALLAH.
ALLAH
berfirman, "ANA 'INDA ZHONNI 'ABDII BII WA ANA MA'AHU IDZAA
DZAKARONII". Artinya : "Aku tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku
dan Aku bersamanya jika dia mengingat dan menyebut-Ku"
- ZIKIR ATAU WIRID ITU HARUS ISTIQOMAH (TERUS MENERUS).
Diriwayatkan dari 'Aisyah ra, bahwa Nabi bersabda, "AHABBUL A'MAALI ILALLAAHI ADWAAMUHAA WA-IN QOLLA". Artinya, "Perbuatan yang paling dicintai ALLAH adalah yang terus menerus walaupun hanya sedikit".
(HR. Bukhori dan Muslim)
DALIL TENTANG MA'UNAH
- MA'UNAH BAGI MANUSIA.
Sesungguhnya
ALLAH akan menurunkan MA'UNAH (Pertolongan) seukuran saat yang
ditentukan dan akan menurunkan kesabaran seukuran bala (ujian-Nya)
(HR. Ibnu 'Adi dari Abu Hurioiroh)
- HAKIKAT MINTA TOLONG.
Kepada Engkaulah kami menyembah dan kepada Engkaulah kami meminta pertolongan
(Surat Al Fatihah ayat 5)
- TAWASSUL (PERANTARAAN) MINTA TOLONG MELALUI MAKHLUK ALLAH.
Dan minta pertolonganlah kalian melalui Kesabaran dan Solat
(Surat Al Baqoroh ayat 45)
- BANTUAN MALAIKAT.
Ya
(cukup), jika kamu bersabar dan bersiap siaga dan mereka datang
menyerang kamu dengan seketika itu juga, pasti ALLAH menolong kamu
dengan 5000 malaikat yang memakai tanda
(Surat Ali Imron ayat 125)
- PERTOLONGAN BAGI YANG SELALU INGAT ALLAH.
Nabi SAW bersabda, "TA'ARROF ILALLAAHI FIR RO-KHOO-I YA'RIFKA FISY SYIDDAH". Artinya : "Berkenalanlah (ingatlah) kepada ALLAH dikala senang, maka ALLAH pasti akan mengingatmu dikala susah"
(Hadits Muttafaq 'Alayhi)
DALIL TENTANG DO'A
- DOA MENOLAK TAKDIR.
Sesungguhnya
seseorang akan susah rizikinya karena dosa yang menimpanya, tidak ada
yang dapat menolak takdir kecuali Do'a dan tidak ada yang dapat menambah
umur kecuali berbuat baik
(HR. Ibnu Hiban dari Tsauban)
- MENOLONG DENGAN DOA.
Doanya
orang Islam untuk saudaranya (seiman) pada saat temannya tidak
mengetahuinya akan ALLAH kabulkan, di kepala orang yang berdoa itu ada
malaikat yang diwakilkan kepadanya, setiap dia berdoa untuk saudaranya
dengan baik, maka berkatalah malaikat itu : "AAMIIN (kabulkan Ya ALLAH),
dan bagi kamu seperti tu"
(HR. Ahmad dari Abu Darda')
- DOA ORANG YANG DIANIAYA PASTI DIKABULKAN.
Takutlah
terhadap doanya orang yang teraniaya, maka sesungguhnya tidak ada
penghalang antara doanya orang yang teraniaya dengan ALLAH
(HR. Turmudzi)
- DOA HARUS YAKIN DIKABULKAN.
Berdoalah kalian dalam keadaan yakin dikabulkan
(Alhadits)
DALIL TENTANG RUQYAH (JAMPI-JAMPI, MANTRA)
- BISA MENJADIKAN SYIRIK PEMAKAINYA.
Diterima dari Abdullah, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya jampi-jampi, tangkal-tangkal dan pelet menjadikan musyrik."
(Ibnu HIbban)
Catatan : Bisa menjadikan Syirik jika sumbernya bukan Islami,
kalimatnya tidak dimengerti artinya, diyakini bendanya atau kalimatnya
yang mempunyai manfaat dan mudhorrot bukan ALLAHnya.
- JAMPI YANG BERMANFAAT.
Tidak ada jampi-jampi (yang lebih utama dan lebih bermanfaat) kecuali untuk penyakit 'Ain (mata jahat) dan keracunan
(HR. Abu Daud)
- BOLEHNYA JAMPI UNTUK PENYAKIT.
Rasulullah SAW memberi keringanan dengan jampi-jampi untuk penyakit 'Ain, keracunan dan kesemutan"
(HR. Imam Muslim dari Anas)
- MANTRA SUCI.
Dari Abu Sa'id Al Khudry, sesungguhnya Jibril as pernah mendatangi Nabi SAW lalu berkata, "Hai Muhammad, apakah kau telah mengadu sakit". Nabi menjawab, "Ya". Lalu Jibril as berkata, "Dengan
nama ALLAH aku menjampi-jampi kamu, dari segala penyakit yang
menyakitimu, dan dari segala jiwa atau mata orang yang dengki, ALLAH
akan menyembuhkanmu, dengan nama ALLAH aku menjampi kamu
(HR. Imam Muslim, Turmudzi dan Nasai)
- JAMPI YANG BERMANFAAT.
Sahl bin Hunaif bertanya kepada Nabi SAW, "Apakah jampi-jampi itu baik?" Nabi menjawab, "Tidak ada jampi-jampi yang lebih bermanfaat kecuali untuk peyakit mata jahat, keracunan dan sengatan binatang berbisa"
(HR. Abu Daud)
- BOLEHNYA JAMPI UNTUK PENYAKIT.
'Aisyah berkata, "Rasulullah SAW memberi keringanan dalam masalah jampi-jampi untuk penyakit sengatan/patukan ular dan kalajengking"
(HR. Ibnu Majah)
- JAMPI ATAU MANTRA BOLEH ASAL TIDAK BERTENTANGAN DENGAN AKIDAH DAN SYARI'AT.
Diriwayatkan dari Ibnu Syihab Az Zuhri dia berkata, "Sebagian sahabat Rusulullah SAW pernah disengat/patuk ular maka Nabi SAW berkata, "Apakah ada orang yang bisa menjampinya?. Maka sahabat menjawab, "Sesungguhnya
keluarga Hazm mereka membaca jampi-jampi untuk sengatan/patukan ular,
maka ketika Engkau melarang jampi-jampi, mereka meninggalkan jampi-jampi
tersebut." Nabi bersabda, "Panggillah 'Umaroh bin Hazm !" Lalu mereka memanggilnya lalu Umaroh menyodorkan jampi-jampinya, lalu Nabi bersabda, "Tidak apa-apa jampi-jampinya". Maka Nabi mengizinkannya kemudian ia membaca jampi-jampinya.
(HR. Ibnu Majah, Bukhori, Muslim, Nasai dan Ahmad)
Dari 'Auf bin Malik dia berkata : "Sesungguhnya
kami membaca jampi di jaman jahliyyah, maka kami berkata: Wahai
Rosulallaah bagaimana pendapatmu terhadap demikian itu? Lalu Nabi
berkata : Sodorkan kepadaku jampi-jampi kalian, tidak apa-apa dengan
jampi-jampi apabila tidak ada syirik di dalamnya"
(HR. Muslim dan selainnya)
DALIL TENTANG AZIMAT, RAJAH, WIFIQ
- AZIMAT BERUPA TULISAN DOA-DOA
Habib Zaynul 'Abidin Ba'alawi berkata dalam kitabnya Al Ajwibah Al
Gholiyah Fii 'Aqidatil Firqotin Naajiyah bab Berobat dengan Al Qur'an
dan Nama-nama ALLAH : "Boleh menulis tangkal dan azimat dan
menggantungkannya pada manusia dan binatang jika tidak ada di dalamnya
kalimat yang tidak diketahui artinya. Maka sungguh telah tetap, bahwa
Rosulullaah SAW mengajarkan kepada mereka (para sahabat) dari ketakutan :
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat ALLAH yang sempurna dari
marah-Nya dan siksa-Nya dan kejahatan hamba-hambaNya dan dari godaan
syetan dan kehadiran mereka. Maka adalah Abdullah bin Umar ra.
mengajarkannya kepada anaknya yang sudah 'aqil (dewasa) dan menulisnya
dan menggantungkannya kepada anaknya yang belum 'aqil (dewasa)"
(HR. Abu Daud dan Turmudzi)
- AZIMAT BERUPA TULISAN AL QUR'AN.
Sekumpulan ulama Salaf berpendapat boleh menulis beberapa ayat Al
Qur'an untuk penyakit 'Ain (mata jahat) kemudian meminum air basuhan
tulisan tersebut. Berkata Imam Mujahid, "Tidak apa-apa menulis Al Qur'an dan membasuhnya dan meminumkannya kepada orang sakit".
Dan seperti itu juga diriwayatkan dari Abi Qilabah. Dan disebutkan
riwayat dari Ibnu Abbas bahwa beliau menyuruh menulis 2 ayat Al Qur'an
untuk wanita yang sulit melahirkan, lalu membasuhnya dan meminumnya. Dan
berkata Ayub, "Aku pernah melihat Abu Qilabah menulis tulisan
sebagian dari Al Qur'an lalu membasuhnya dengan air dan meminumkannya
kepada seseorang laki-laki yang punya penyakit"
(Kitab AT Thibbun Nabawi halaman 133)
- KHASIAT DAN KEKUATAN YANG TIDAK TERLIHAT YANG DITITIPKAN ALLAH KE SUATU BENDA MATI ITU MEMANG BOLEH ADA.
Benda bertuah berupa baju gamis milik Nabi Yusuf. ALLAH berfirman, "Pergilah
kamu dengan membawa baju gamisku ini lalu letakkanlah baju gamisku ke
wajah ayahku (Yakub as) nanti ia akan melihat kembali dan bawalah
keluargamu semuanya kepadaku"
(Surat Yusuf ayat 93)
Simpul Sihir Labid seorang
Yahudi yang telah mensihir Nabi Muhammad SAW, kemudian Nabi Muhammad
SAW menyuruh keluarganya untuk membuka simpulan itu dimana setiap
membuka simpulan disuruh baca surat Al Falaq dan Annaas. Nabi tidak
meminta ke ALLAH tapi menyuruh membuka simpul sihir itu, ini berarti
kekuatan gaib bisa jadi ada di suatu benda, semua dari ALLAH juga.
(Lihat Lubabun Nuqul fii Asbaabin Nuzul surat Al Falaq dan An Nas)
Jubah Nabi Muhammad SAW, Asma binti Abi Bakr berkata : "Jubah ini pernah dipakai Nabi SAW lalu kami membasuhnya untuk orang sakit agar bisa sembuh dengan jubah tersebut"
(HR. Muslim, lihat Al Ajwibah Al Gholiyah Fii 'Aqidatil Firqotin
Naajiyah bab Tabarruk (Ambil Berkah) Bi Aa-tsaarish Sholihin (Dengan
Bekas Orang Sholeh))
Rambut Nabi Muhammad SAW,
Kholid bin Walid pernah meletakkan rambut Nabi SAW di dalam pecinya.
Lalu pernah pecinya terjatuh di salah satu perangnya, lalu Kholid bin
Walid bersungguh-sungguh mengambilnya sehingga para sahabat
mengingkarinya karena sebab perbuatan Kholid banyak para sahabat yang
gugur. Maka berkatalah Kholid : Saya tidaklah melakukannya karena sebab
peci itu tetapi karena di dalam peci itu terdapat rambut Nabi SAW agar
tidak hilang berkahnya dan tidak jatuh ke tangan orang-orang musyrik.
(Kitab Asy Syifa karangan Qodi 'Iyadh)
Air Wudhu' Nabi Muhammad SAW, diriwayatkan dari Abi Juhayfah : "Aku
melihat Bilal mengambil air wudhu'nya Nabi SAW dan manusia (para
sahabat) pun cepat-cepat mengambil air wudhu' Nabi tersebut. Lalu siapa
saja yang mendapatkan air wudhu' Nabi tersebut mereka mengusapkan air
wudhu' Nabi tersebut (ke tubuhnya), sedangkan yang tidak mendapatkan air
wudhu' Nabi tersebut, mereka mengambil dari basahan di tubuh para
sahabat Nabi (yang berhasil mengambil air wudhu' Nabi)"
(HR. Bukhori dan Muslim, yaitu untuk tabarruk dan memohon kesembuhan)
- ULAMA MEMBOLEHKAN.
Telah berkata Imam Nawawi dalam kitabnya Syarhul Muhadzdzab, "Jikalau
Al Qur'an ditulis di sebuah lauh (papan/batu tulis) atau pada bejana
kemudian membasuhnya (tulisan tersebut) kemudian meminum air basuhan
tersebut oleh orang sakit, maka berkatalah Hasan Bashri, Mujahid, Abu
Qilabah dan Auza'i : ' Tidak apa-apa dengannya' . Tapi An Naha'i
memakruhkannya". Telah berkata Qodi Husen dan Baghowi dan selain keduanya,"Jika menulis Al Qur'an di makanan yang manis atau makanan (lainnya) maka tidak apa-apa memakannya". Zarkasyi berpendapat tidak boleh memakan kertas yang bertuliskan ayat Al Qur'an. Ibnu
Abdus Salam berfatwa makan dan minum dari kertas itu juga dilarang
karena menjadikan kertas tersebut bertemu dengan najis bathin.
(Kitab Khozinatul Asror halaman 67)
- MEDIANYA HARUS HALAL.
Imam Ahmad dan lainnya menyatakan tidak mengapa menulis Al Qur'an untuk
orang yang kena musibah atau lainnya termasuk sakit dengan materi
(media/bahan) yang dibolehkan lalu membasuh dan meminumnya. Tidak boleh
menulisnya dengan selain Al Qur'an seperti tulisan-tulisan yang tidak
dimengerti artinya dari bahasa-bahasa berbagai ajaran yang berbeda-beda,
karena mengandung di dalamnya kekafiran. Materi
(media)nya tidak boleh berupa darah dan semacamnya yang termasuk najis
karena haram bahkan kafir. Tidak boleh juga semisal membolak-balikkan
huruf Al Qur'an.
(Kitab Khozinatul Asror halaman 67 dan Tafsir Ruuhul Bayan pada akhir Surat Al Ahqof)
DALIL TENTANG SIHIR
- PENGERTIAN SIHIR.
Sihir adalah kekuatan gaib yang diciptakan ALLAH untuk makhluk-Nya,
dimana kekuatan gaibnya berupa kekuatan pengaruh ruh-ruh jahat (jin atau
syetan), dan dapat berpengaruh pada unsur alam. Seperti diceritakan
dalam Asbabun Nuzul surat Al Falaq dan An Nas yaitu ketika Nabi SAW
sakit seolah mendatangi istri-istrinya ternyata tidak, dan ternyata
setelah diberitahu oleh Malaikat, sihirnya ada pada sebuah sumur dan
berupa tali yang disimpul-simpulkan. 'Aisyah ra. berkata, "Rasulullah
SAW pernah disihir sehingga beliau sungguh berkhayal bahwa dirinya
mendatangi istri-istrinya padahal beliau tidak mendatangi istri-istri
beliau."
(HR. Bukhori dan Muslim, Abu Daud dan Ahmad.
Lihat kitab Ath Thibbun Nabawi Halaman 100)
HATI-HATI! Buku berjudul RAJA JIN
menyesatkan. Karena menghina Imam Bukhori dan Muslim dengan perkataan,
"Hadits tersebut diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim sebelum mereka
bertobat"
Semoga pengarang buku tersebut yang merupakan buku
best seller segera bertaubat dari tuduhannya dan kesombongannya seolah
dirinya lebih 'alim dari Imam Bukhori dan Muslim.
DALIL TENTANG TRANSFER ILMU GAIB MELALUI MEDIA BENDA MATI
- SARANA
AIR DAN GARAM YANG DIYAKINI DAPAT MENGOBATI PENYAKIT SEBELUM ADA
PENELITIAN ILMIAH OLEH PARA PAKAR ILMU PENGETAHUAN MODERN.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud dia berkata, "Ketika
Rasulullah SAW solat, ketika sujud beliau disengat oleh kalajengking
pada jari-jarinya. Maka berpalinglah Rasulullah SAW dan beliau berkata,
"Semoga ALLAH melaknati kalajengking itu, selama kau tinggalkan Nabi dan
selainnya". Abdullah bin Mas'ud berkata, "Kemudian Nabi
meminta bejana yang isinya air dan garam. Lalu beliau memulai meletakkan
air dan garamnya tersebut ke tempat luka sengatan tadi dan beliau
membaca Qul Huwallaahu Ahad dan Al Mu'awwi-dzatain (Al Falaq dan An Nas)
sehingga luka sengatan tadi menjadi tenang"
(Kitab Ath Thibbun Nabawi halaman 141)
- SARANA TANAH.
Dari 'Aisyah ra dia berkata, "Adalah
Rasulullah SAW apabila seseorang mengadu sakit atau ada yang punya
bisul/kudis atau luka, maka beliau berkata dengan jari-jarinya seperti
ini (Dan Sufyan meletakkan jari telunjuknya ke tanah kemudian mengangkatnya) dan
beliau berkata, "Dengan Nama ALLAH, inilah debu tanah kami, dengan
ludah sebagian kami, agar orang sakit kami disembuhkan, dengan izin
Tuhan kami."
(HR. Bukhori, Muslim, Abu Daud, Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad)
- TIUPAN KE TUBUH.
Dari 'Aisyah dia berkata, "Adalah
Rasulullah SAW apabila berbaring di tempat tidurnya, beliau meniup
kedua tapak tangannya dengan (sebelumnya membaca) Qul Huwallaahu Ahad
dan Al Mu'awwi-dzatain (Al Falaq dan An Nas) kemudian beliau mengusap
wajahnya dengan kedua tapak tangannya tersebut dan mengusap bagian tubuh
mana saja yang tangannya sampai."
(HR. Imam Bukhori dan Muslim)
DALIL TENTANG ISTIKHDAM / ISTIGHOTSAH (MINTA BANTUAN KE MAKHLUK)
- Orang Islam dibantu KHODDAM MALAIKAT.
Ya
(cukup), jika kamu bersabar dan bersiap siaga dan mereka datang
menyerang kamu dengan seketika itu juga, pasti ALLAH menolong kamu
dengan 5000 malaikat yang memakai tanda
(Surat Ali Imron ayat 125)
- Boleh minta bantuan langsung kepada KHODDAM MALAIKAT DAN WALIYYULLAAH.
Nabi
SAW bersabda : "Jika kamu tersesat (di jalan) atau ingin pertolongan di
bumi yang tidak ada orang yang baiknya maka katakanlah : YAA
'IBAADALLAAH A-GHII-TSUUNII (Wahai para penyembah ALLAH, tolonglah aku.
Dalam riwayat lain : YAA 'IBAADALLAAH A'IINUUNII), maka sesungguhnya ALLAH itu memiliki para penyembahnya yang tidak kalian lihat"
(HR. Thobroni dari 'Atabah bin Ghozwan, lihat kitab Al Ajwibah Al Gholiyah Fii 'Aqidatil Firqotin Naajiyah bab Al Istighotsah)
- Boleh minta bantuan KHODDAM JIN MUSLIM YANG SOLEH
(Tapi harus hati-hati, jangan terpengaruh permintaan syarat dari jin
yang menyalahi syari'at dan akidah Islam). ALLAH berfirman, "Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari Jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).
(Al Qur'an surat An Naml ayat 17)
- HARAM BERLINDUNG KEPADA JIN YANG TIDAK SOLEH.
Dan
bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta
perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu
menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.
(Surat Al Jin ayat 6)
DALIL TENTANG JUMLAH WIRID / ZIKIR
- SEDIKIT TAPI TERUS MENERUS.
Diriwayatkan dari 'Aisyah ra, bahwa Nabi bersabda, "AHABBUL A'MAALI ILALLAAHI ADWAAMUHAA WA-IN QOLLA". Artinya, "Perbuatan yang paling dicintai ALLAH adalah yang terus menerus walaupun hanya sedikit".
(HR. Bukhori dan Muslim)
- DISUNNAHKAN JUMLAHNYA GANJIL.
Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya ALLAH itu berjumlah ganjil, Dia juga mencintai yang berjumlah ganjil."
- DIULANGI TERUS AGAR TAMBAH YAKIN.
Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa Nabi SAW bersabda, "Apabila kamu mengadu sakit, maka letakkanlah tangan kamu ditempat yang sakit, kemudian katakanlah, "Dengan Nama ALLAH, aku berlindung dengan kemuliaan-Nya dan kuasa-Nya dari kejahatan apa yang aku dapatkan dari sakitku ini", kemudian angkatlah tanganmu kemudian ulangi demikian dengan jumlah ganjil"
(HR. Imam Turmudzi)
DALIL TENTANG IKHLAS
- IKHLAS ADALAH KARENA ALLAH.
Katakanlah, "Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, matiku untuk Robb semesat alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya".
(Surat Al An'am ayat 162-163)
- AMAL DITERIMA JIKA IKHLAS.
Diriwayatkan dari Abu Umamah, Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya
ALLAH Ta'ala tidaklah menerima suatu amal kecuali jika dilakukan secara
ikhlas dan yang dicari adalah wajah ALLAH."
(HR.An Nasa-i)
- IKHLAS MENJAUHKAN DARI NERAKA. Sesungguhnya
ALLAH Ta'ala sungguh mengharamkan api neraka bagi orang yang
mengucapkan LAA-ILAAHA ILLALLAAH, dengan demikian itu ia mencari wajah
ALLAH.
(HR. Bukhori dan Muslim)
DALIL TENTANG KEPEKAAN BATHIN, FIRASAT. UCAPAN TEPAT
- FIRASAT YANG BENAR ADALAH DENGAN CAHAYA ALLAH.
Nabi SAW bersabda, "ITTAQUU FIROOSATAL MU'MIN FA-INNAHUU YANZHURU BINUURILLAHI". Artinya : "Takutlah kamu terhadap firasatnya orang beriman (mu'min) karena ia melihat dengan cahaya ALLAH"
(HR. Turmudzi)
- PERKATAAN YANG BENAR KARENA BANTUAN MALAIKAT.
Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa Nabi SAW bersabda : "Sesungguhnya
ALLAH memiliki malaikat di bumi yang berbicara di atas lisan anak cucu
Adam dengan sesuatu yang ada pada seseorang dari perbuatan baik dan
buruk".
(HR. Bayhaqy)
DALIL TENTANG UPAH JASA ILMU HIKMAH
- BOLEH MINTA UPAH.
Abu 'Ubed, Ahmad, Bukhori, Muslim, Abu Daud, Turmudzi, Nasai, Ibnu
Majah, Ibnu Jarir, Al Hakim, dan Bayhaqi, dari Abu Sa'id Al Khudri ra.
dia berkata: "Rasulullah SAW telah mengutus kami pada suatu peperangan
30 pengendara. Maka turunlah kami di suatu kaum orang
Arab lalu kami minta mereka untuk menjadikan kami tamu mereka. Maka
mereka menolak. Kemudian disengatlah ketua suku mereka oleh kalajengking
lalu mereka berkata, Apakah pada kamu ada seseorang yang bisa menjampi
dari sengatan kala jengking? Maka aku katakan : Ya, aku. Akan tetapi aku
tidak akan melakukannya sehingga kalian memberikan kami sesuatu. Mereka
menjawab, Kami akan berikan kalian 30 kambing. Abu Sa'id berkata maka
aku baca ALHAMDULILAHI ROBBIL 'AALAMIIN (Surat Al Fatihah) 7x atas
sengatan tersebut. Maka ketika kami menggenggam
seekor kambing, disodorkanlah kepada kami darinya. Lalu kami manahan
diri sehingga mendatangi Nabi SAW. Maka kami sebutkan demikian itu
kepada beliau. Lalu Nabi menjawab, Dari mana kamu mengetahui bahwa Al
Fatihah itu adalah jampi. Bagi-bagilah kambing itu dan buatlah untukku bersamamu."
- BOLEH AMBIL UPAH DARI PENGOBATAN DENGAN AL QUR'AN.
Seorang sahabat Nabi SAW berkata : Aku telah mengambil upah atas kitab
ALLAH (setelah mengobati orang dengan Kitab ALLAH)) sehingga kami tiba
di Madinah. Lalu sahabat yang lain berkata (kepada Rasulullah SAW), Dia
telah mengambil upah atas kitab ALLAH. Maka berkatalah Nabi 'Alayhis
Sholaatu was Salaam, Sesungguhnya yang paling berhak kalian ambil upah
adalah Kitab ALLAH.
(HR. Imam Ahmad, Bukhori dan Bayhaqy dari Ibnu 'Abbas ra)
- UPAH ITU BAGIAN DARI AL QUR'AN.
Abu Nu'aim meriwayatkan, dari Abu Huroiroh ra, "Telah besabda Nabi
'Alayhis Sholatu was Salam, 'Barangsiapa mengambil upah atas Al Qur'an,
maka demikian itu bagiannya dari Al Qur'an.'"
- IMAM MADZHAB SEPAKAT BOLEHNYA AMBIL UPAH.
Para Imam Madzhab yang 3 dan sebagian Ulama' Madzhab Hanafi dari
golongan Ulama Mutaakhkhirin, mereka mengambil dalil dengan
hadits-hadits ini (di atas) tentang mengambil upah.
- TIDAK WAJIB MEMBERI / MENGAMBIL UPAH, BUKAN TIDAK BOLEH.
Dalam Risalah Bulughul Arob Li-dzawil Qurbi oleh Asy Syaronbilaly :
Tidak boleh mengambil/meminta upah atas perbuatan taat seperti mengajari
Al Qur'an, Fiqih, jadi Imam Solat, Adzan, memberi peringatan/zikir,
hajji dan perang, maksudnya TIDAK WAJIB UPAH Dan menurut Ulama Madinah,
BOLEH. Seperti itu juga (membolehkan upah) pendapat Imam Syafi'i,
Nashir, 'Ishom, Abu Nashr, dan Abul Layts (semoga ALLAH TA'ALA merahmati
mereka).
Demikian beberapa dalil tentang Ilmu
Hikmah yang kami himpun dari berbagai sumber. Adapun dalil ini bukan
untuk mengubah keyakinan Anda apabila Anda punya keyakinan lain.
Dalil-dalil ini kami peruntukkan bagi Anda yang mau menyimak dan
menerima ajaran Ilmu Hikmah dengan senang hati tanpa paksaan dari
siapapun.
Untuk selanjutnya, keputusan ada di
tangan Anda sendiri. Sebagai manusia merdeka, Anda berhak untuk menerima
atau menolak keberadaan Ilmu Hikmah. Apakah Anda akan mengikuti kursus
Ilmu Hikmah dari kami atau tidak, itu semua adalah hak Anda sepenuhnya.
Kami sebagai penyelenggara kursus hanya memberikan fasilitas belajar
kepada Anda yang ingin mempelajari Ilmu Hikmah sesuai yang diajarkan
guru-guru kami.
CATATAN: Artikel ini
ditulis oleh tim IlmuHikmah.Com yang tergabung dalam Asosiasi
Parapsikologi Nusantara. Harap tidak copy-paste tulisan ini ke blog atau
situs lain tanpa izin dari pihak IlmuHikmah.Com. Terimakasih atas
kesadaran Anda untuk menghargai karya tulis orang lain. Semoga hidup
Anda lebih berkah karena telah berbuat benar.